Tren Kasus HIV/AIDS di Klaten Meningkat, 58 ODHA Meninggal Dunia

KLATEN – Sebanyak 700an kasus HIV/AIDS ditemukan di Kabupaten Klaten sejak tahun 2007. Dari jumlah kasus itu, faktor penyebab terbesarnya lantaran pergaulan bebas. Temuan itu mencuat dalam peringatan hari AIDS Sedunia di gedung paripurna DPRD Klaten.

“Penderita HIV/AIDS yang terpantau di Klaten saat ini rata-rata berusia produktif atau kisaran umur 20 tahun hingga 49 tahun. Untuk faktor penyebab rata-rata karena pergaulan bebas,” kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Klaten Kuswandjana, Rabu (5/12).

Berdasarkan data yang dihimpun dari KPA Klaten, temuan kasus HIV/AIDS 2007-Oktober 2018 terdapat 737 kasus dengan 58 penderita meninggal dunia. Rinciannyaadalah 400 kasus HIV dan 337 untuk kasus AIDS. Dari jumlah kasus itu, penderita didominasi laki-laki dengan jumlah 66 persen.

Kuswandjana mengakui, tren temuan kasus HIV/AIDS di Klaten memang caenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya. Termasuk adanya laporan perlakuan diskriminasi kepada Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Pihaknya pada 2019 akan segera melakukan sosialisasi secara masif kepada warga untuk memberikan pemahaman.

“Ini sebenarnya menjadi masalah kita bersama sehingga perlunya kerjasama dalam mengatasi permasalahan diskriminasi. KPA Klaten tentu saja tidak bisa berbuat sendiri. Kami membutuhkan dukungan dan keterlibatan dari semua pihak agar pencegahan HIV/AIDS semakin dipahami masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Klaten Jaka Sawaldi angkat bicara mengenai perlakuan diskriminasi yang diterima ODHA. Ia menilai hal tersebut terjadi karena ketidakpahaman warga terkait cara penularan dari virus HIV. Ketika warga mengetahui penularannya justru bisa memotivasi diri untuk berperilaku hidup sehat.

Di sisi lain, sambung dia, warga yang mengetahui penularan HIV juga dapat memberikan motivasi hidup kepada ODHA sehingga tidak ada lagi pengucilan. “Kita cegah virusnya sehingga temuan kasus HIV/AIDS di Klaten jangan sampai meningkat. Tekan bentuk pengucilan dan diskriminasi melalui forum sosialisasi seperti ini sehinggadapat memberikan manfaat lebih,” ucapnya.