TNI Dikerahkan Pemkab Klaten Atasi Kemiskinan Desa Perbatasan Gunungkidul

KLATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten terus berupaya mengurangi jumlah desa miskin yang saat ini mencapai 88 desa dari total 391 desa yang ada. Termasuk menyasar desa pinggiran di wilayah perbatasan Kabupaten Gunungkidul, yakni Desa Kaligayam, Kecamatan Wedi. Salah satunya dengan menggandeng Kodim 0723/Klaten.

“Program karya bakti mandiri Klaten Bersinar di Desa Kaligayam ini merupakan kegiatan yang pertama kali diadakan. Program ini bertujuan membantu mengatasi desa merah atau desa miskin di Klaten. Harapannya ke depan warga dapat hidup sejahtera lahir dan batin,” kata Bupati Klaten Sri Mulyani saat membuka karya bakti mandiri Kodim 0723/Klaten, Kamis (22/11).

Data dari Kodim 0723/Klaten, sasaran kegiatan program tersebut hampir sama dengan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yakni berupa kegiatan fisik dan nonfisik. Hanya saja sumber pendanaan karya bakti mandiri Klaten Bersinar semuanya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Klaten sebesar Rp 546, 83 juta.

Adapun sasaran kegiatan fisik meliputi, betonisasi jalan pertanian sepanjang 1.850 meter, lebar 3 meter dan tebal 12 cm; pembangunan talud dengan panjang 60 meter, tinggi 1,5 meter dan tebal 40 cm; serta pemugaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 10 unit dengan stimulan Rp 10 juta per unit.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Kaligayam Joko Sutrisno menyampaikan apresiasinya atas keberadaan program berlangsung 22 November-20 Desember 2018 itu. Apalagi seluruh pendanaannya berasal dari Pemkab Klaten. Sedangkan dilakukan secara gotong royong antara warga dan personel Kodim 0723/Klaten.

“Kami bersyukur sekali pembangunan desa kami didukung sepenuhnya oleh pemkab. Bahkan sudah berjalan selama 12 hari dengan melibatkan gotong royong warga dan TNI. Tadi kami sempat meninjau untuk perkembangan betonisasi jalan poros desa sudah 30 persen. Sangat cepat,” ujarnya.

Disinggung desanya masuk zona merah kemiskinan, Joko menyebut, hal itu disebabkan masih adanya 150 RTLH yang belum direhab. Namun sejak dikucurkannya dana desa, pihaknya setiap tahunnya menganggarkan lima sampai 10 unit pemugaran RTLH dengan bantuan per unit mencapai Rp 10 juta.

“Belum lama ini kami juga menerima bantuan dari pemprov Jateng sebagai desa berkembang. Untuk jumlah penduduk Kaligayam sendiri sekitar 4.000 jiwa. Mayoritas merantau bekerja sebagai tenaga bangunan hingga pedagang. Yang jadi PNS tak lebih dari 15 orang,” sebutnya.