Satpol PP Klaten Kekurangan 4.800 Personel Linmas Berjaga TPS Pemilu 2019

KLATEN- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Klaten menggelar pembinaan kepada 600 petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) di Gedung Sunan Pandanaran, RSPD Klaten. Kegiatan itu sebagai bekal menghadapi hajatan Pemilu serentak pada April 2019 mendatang.

“Jumlah anggota linmas yang tersebar di 391 desa se-Kabupaten Klaten mencapai 12.500 personel. Nantinya setiap TPS (tempat pemungutan suara) akan dijaga 4 petugas. Namun untuk mengamankan 4.313 TPS, kita masih kekurangan sekitar 4800 petugas Linmas,” jelas Sekretaris Satpol PP Klaten, Rabiman, Kamis (6/12).

Rabiman menerangkan, tidak ada perbedaan mencolok dalam tugas Limas menghadapi Pemilu 2019. Mereka akan mulai bertugas pada 16 April 2019 atau sehari sebelum pencoblosan untuk mengawal kedatangan surat dan kotak suara di masing-masing TPS. Lantas juga dilibatkan mengawal proses pemungutan dan perhitungan suara pada hari H.

Namun mengingat kurangnya personel, lanjut dia, khusus hari H terdapat dua personel Linmas yang menjaga pengamanan di dalam TPS. Sedangkan di luar TPS ada dua personel yang mengamankan pesta demokrasi tersebut. Sehingga pengamanan tidak bisa diberlakukan secara bergantian.

“Saya tidak yakin jika perhitungan suara itu selesai dalam waktu satu hari saja. Karena ada lima proses pemungutan DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Klaten dan Pilpres. Tentunya kasihan mereka jika sepenuhnya melakukan pengamanan selama seharian. Hal ini yang membuat kami jadi bingung. Harus diambilkan dari mana kekurangan personel pengamanan dari linmas ini,” terang Rabiman.

Mengenai honor diterima ribuan personel Linmas tersebut bersumber dari APBN dan APBD Klaten. Untuk personel Linmas yang berjaga di dalam TPS akan mendapatkan honor sebesar Rp 200 ribu per hari dari APBN. Sedangkan personel yang menjaga di luar TPS hanya Rp 50 ribu per hari saja dari APBD.

Sementara itu, Komandan Linmas Inti Kabupaten Klaten, Sutarto mengharapkan ada bentuk perhatian dari Pemkab Klaten. Kendati begitu, pihaknya bersama personel linmas lainnya siap untuk mengamankan Pemilu serentak 17 April 2019. “Karena 60 persen anggota linmas sudah di atas 50 tahun. Sedangkan yang muda hanya 10 persen saja,” katanya.