Sasar Pemilih Pemula, Disdukcapil Klaten Gencarkan Pembuatan e-KTP di Sekolah

KLATEN – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Klaten melakukan perekaman data secara mobil ke SMA/SMK. Salah satu tujuan program jemput bola itu untuk memfasilitasi pemilih pemula menggunakan hak pilih mereka pada Pemilu 2019 mendatang.

Kepala Bidang (Kabid) Pendaftaran Kependudukan Disdukcapil Klaten Sri Hartanto mengatakan, sebanyak 15 SMA/SMK sudah memanfaatkan fasilitas pembuatan e-KTP bagi pelajar berumur 17 tahun tersebut. Termasuk yang saat ini berusia hampir 17 tahun dengan batasan sebelum penyelenggaraan pemilu serentak pada 17 April 2019.

“Meskipun umurnya saat ini baru 16 tahun, tetapi sebelum 17 April 2019 sudah berumur 17 tahun tetapi kami layani. Mereka bisa melakukan perekaman data e-KTP terlebih dahulu. Jika sudah berumur 17 tahun, baru nanti kita lakukan pencetakan e-KTP,” katanya, Jumat (16/11).

Hartanto menegaskan, langkah jemput bola tersebut bertujuan mengantisipasi pemilih pemula kehilangan hak pilihnya lantaran belum sempat mencetak e-KTP. Pasalnya, syarat seseorang dapat memberikan suara dalam Pemilu adalah masyarakat yang sudah memiliki e-KTP atau memiliki surat keterangan pengganti e-KTP.

“Jadi yang dikhawatirkan itu yang persis berumur 17 tahun pada hari H (pemilihan) tidak sempat mencetaknya. Rekam data di sekolah ini juga bertujuan untuk menyisir kartu keluarga yang belum masuk database serta akta kelahiran yang belum masuk SIAK (sistem informasi administrasi kependudukan),” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang siswa SMA N 1 Jogonalan, Sekar, mengaku merasa terbantu adanya jemput bola perekaman data e-KTP ke sekolahnya. Sebab, tidak menyita waktu untuk ikut antre langsung di kantor Disdukcapil Klaten. Apalagi dirinya berkeinginan untuk menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali dalam Pemilu 2019 nanti.

“Umur saya sekarang masih 16 tahun. Tadi masih belum dapat kepingan e-KTP. Hanya diberi suket yang berisi keterangan sudah melakukan perekaman data. Tetapi sudah sedikit bernafas lega. Biar waktu pencoblosan nanti tidak perlu ribet mendatangi kantor Disdukcapil langsung,” ucapnya.