Sambangi Lombok Utara, Bupati Klaten Salurkan Donasi Rp 2,06 Miliar

KLATEN – Bupati Sri Mulyani bersama bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Klaten mengunjungi wilayah terdampak gempa bumi berkekuatan 7 Skala Richter (SR) di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (30/11). Mereka menyalurkan donasi penggalangan dana kemanusiaan masyarakat Klaten.

“Donasi kemanusiaan sebesar Rp 2,06 miliar ini dihimpun oleh masyarakat Klaten. Kami tergerak untuk membantu memulihkan sarana dan prasarana korban gempa di Desa Pendua, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara ini,” kata Bupati Klaten Sri Mulyani.

Dalam kunjungannya itu, Mulyani juga secara simbolis meletakkan batu pertama tanda dimulainya pembangunan hunian tetap atau rumah bagi 40 kepala keluarga (KK) di Desa Pendua. Pasalnya, Pemkab turut membangun 40 unit rumah dengan masing- masing KK akan menerima stimulan sebesar Rp 50 juta.

Selain itu, donasi sebesar Rp 2,06 miliar itu juga akan digunakan untuk membangun layanan kesehatan berupa Poliklinik Desa (Polindes) yang mengalami kerusakan berat. Adapun pelaksana pembangunan diserahkan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Lombok Utara dengan memberdayakan masyarakat setempat.

“Kami berharap bantuan dari masyarakat Klaten ini dapat bermanfaat bagi warga Lombok Utara, khususnya di Desa Pendua. Mudah-mudahan layanan kesehatan maupun publik hingga trauma dari gempa pada Agustus lalu bisa segera pulih. Sehingga geliat masyarakat kembali bangkit,” ucap Mulyani.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Sri Mulyani didampingi perwakilan Forkompinda, yakni Komandan Kodim 0723/Klaten Letkol Inf. Eko Setiyawan dan Kepala Kejaksaan Negeri Klaten, Fery Mupahir. Penyaluran donasi merupakan tindak lanjut dari Tim assessment utusan Pemkab Klaten pada awal Oktober lalu.

“Hasil dari pembukaan rekening penggalangan dana Pemkab Klaten bagi korban gempa bumi Lombok menembus Rp 2.026.249.289. Di Pendua ini kondisinya hampir sama parahnya dengan kejadian gempa Klaten tahun 2006 silam. Bedanya, pemukimannya tidak terlalu padat dan jalannya sempit menanjak,” imbuh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten Ronny Roekminto.