Pemilu ada 5 Surat Suara, Kaum Perempuan Klaten Diminta Tidak Golput

KLATEN – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Tengah, mendorong keterlibatan perempuan dalam berbagai segi kehidupan. Pasalnya dalam indikator pembangunan selalu mencantumkan tingkat keterlibatan perempuan.

“Misalnya dalam bidang politik, pemerintah terus mendorong peningkatan partisipasi perempuan yang duduk di kursi legislatif. Maka, perempuan harus menjadi pemilih yang cerdas, jangan golput,” kata perwakilan DP3AKB Jateng, Budi Dayanti, dalam diskusi Pendidikan Politik Perempuan di Kabupaten Klaten di Balai Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Senin (19/11).

Menurut Budi, memilih calon pemimpin tentu yang dapat menyelesaikan masalah dan mensejahterakan rakyatnya. Namun, pemberdayaan perempuan tidak hanya dilakukan dalam bidang politik saja. Tetapi  juga bisa dilakukan dalam hal yang sederhana, seperti di dalam kehidupan berumah tangga.

“Pemberdayaan perempuan bisa dilakukan dalam hal perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan dalam kehidupan di rumah tangga. Seperti bagaimana perempuan itu terlibat dalam membangun keluarga, mengatur ekonomi, menambah penghasilan keluarga dan lain sebagainya,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan aktivis perempuan Klaten, Siti Farida. Ia mengajak kaum perempuan jangan sampai golput dan menggunakan hak pilihnya pada pemilu serentak 17 April 2019 mendatang. Sebab, setiap pemilih nantinya akan mendapat lima surat suara.

“Hari H nanti ada surat suara untuk pemilihan capres-cawapres, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Klaten. Pilhlah calon yang panjenengan kehendaki sesuai hati nurani. Sebelum memilih, ada baiknya mengetahui siapa namanya hingga bagaimana track record-nya. Namun, yang pasti pilihlah sesuai hati nurani. Jangan golput,” ujar mantan Ketua KPU Klaten ini.