Pelamar Lolos Tes SKD Dibawah 10 Persen, Pemkab Klaten Tetap Anggarkan 709 Formasi CPNS

KLATEN – Jumlah pelamar formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Klaten yang dinyatakan lulus tes Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) dibawah 10 persen. Hal itu menyusul hasil tes SKD sebanyak 3.833 pelamar CPNS di GOR Diponegoro Sragen beberapa waktu lalu.

“Peserta CPNS Klaten yang mengikuti tes di Sragen masuk dalam kategori tinggi atau batas IPK 3,0 tidak ada 10 persen yang lolos. Meskipun tidak ada 10 persen, tetapi masih lebih tinggi dari daerah Soloraya ditambah Purwodadi dan Blora,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) sekaligus Ketua Panitia Seleksi Penerimaan CPNS Daerah Klaten, Jaka Sawaldi, Senin (12/11).

Jaka menjelaskan, tes SKD meliputi tiga komponen yakni, wawasan kebangsaan dengan penilaian ambang batas 75, intelegensi umum ambang batasnya 85 dan intelegensi kepribadian dengan ambang batasnya 143. Dari ketiga komponen itu, menurutnya kelemahan peserta tidak lolos seleksi saat mengerjakaan soal intelegensi pribadi.

“Misalnya dua komponen lolos tetapi ada satu yang tidak lolos sesuai ketentuan ya dinyatakan tidak lulus. Untuk langkah selanjutnya, saat ini kita masih menunggu dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN),” jelas Jaka.

Mengingat jumlah pelamar lulus tes SKD kurang dari 10 persen, kebutuhan Kabupaten Klaten mendapatkan jatah 709 formasi dalam pengadaan CPNS Daerah tahun ini tidak dapat terpenuhi. Namun begitu, Pemkab Klaten tetap menyiapkan anggaran untuk 709 formasi CPNS baru itu pada tahun 2019 mendatang.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan dan Diklat Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Klaten, Rijana mengatakan, terdapat 105 pelamar dari total 3.983 pelamar yang tidak mengikuti tes SKD tanpa memberikan keterangan pada 2-4 November lalu. Berikutnya pelamar akan mengikuti Seleksi Kemampuan Bidang (SKB) pada 22 November mendatang di Sragen.

“Pelaksanaan tes SKB dimaksudkan untuk menguji kompetensi pada formasi yang dilamar. Jadi lebih pada teknis pekerjaan yang dilamarnya itu. Untuk kepesertaan CPNS Klaten rasanya tidak menggunakan wawancara,” pungkasnya.