Mangkrak, Kawasan Agribisnis Perikanan Jimbung Jadi Ajang Kontes Burung

KLATEN – Pemerintah Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes berencana menghidupkan kembali kawasan agribisnis perikanan. Keseriusan itu ditandai dengan gelaran Festival Lebaran Ikan pada Selasa (13/11) sore. Sedikitnya 4,5 kuintal berbagai jenis ikan tawar di kolam kawasan agribisnis diperebutkan ribuan warga.

“Jenis ikan yang diceburkan ialah bawal, nila, lele, dan gurameh. Festival ini pertama kali digelar untuk mengkampanyekan masyarakat gemar makan ikan. Selain itu, bertujuan menghidupkan kembali kawasan agribisnis perikanan ini,” kata Kepala Desa Jimbung Siti Sumarsih.

Siti menjelaskan, keberadaan kawasan agribisnis tak jauh dari objek wisata alam Rowo Jombor ini sudah beberapa tahun terakhir mangkrak alias sepi aktivitas. Bahkan kawasan yang memiliki fasilitas tempat pelelangan ikan ini justru setiap minggunya digunakan untuk kontes lomba burung.

Hal itu seiring perubahan ekonomi warga Jimbung yang lebih tertarik menjadi penangkar jalak suren. Kendati begitu, pihaknya tetap berencana kembali mengembangkan kawasan agribisnis perikanan itu dengan memadukan berbagai wahana wisata seperti Sendang Bulus Jimbung yang terkenal dengan cerita rakyatnya.

“Statusnya itu tanah kas desa. Lokasinya juga strategis di tengah-tengah antara Rowo Jombor dengan Terminal Ir Soekarno Klaten. Kalau tempat pelelangan ikan maupun kolam pembibitan ikannya dihidupkan kembali kan bisa ajang transaksi sehari-hari warga. Jadi, wisatawan bisa transit beli ikan segar langsung dari kolam,” jelasnya.

Salah seorang warga setempat, Wiranto (30), menyambut baik rencana pemerintah Desa Jimbung menghidupkan kembali kawasan agribisnis perikanan. Sebab, selama ini sejumlah fasilitas seperti kolam pembibitan hingga tempat pelelangan ikan kondisinya tidak terawat.

“Ramainya memang waktu digunakan untuk kontes burung dari para penghobi dan penangkar burung. Kalau benar akan dihidupkan kembali tentunya harus dipikirkan secara matang, bukan sekadar gebyah uyah. Karena seperti menangkar burung, mengangkat potensi ikan itu juga perlu dipikirkan bagaimana rantai stok pembibitan hingga pemasaran atau pelelangannya,” ujarnya.