Maling Kotak Infaq di Masjid Jami At – Ta’awun Terekam CCTV

KLATEN – Aksi pencurian kotak infaq terjadi di Masjid Jami At – Ta’awun tepatnya di Desa Ngupit, Kecamatan Ngawen, Klaten, Kamis (23/05) dini hari. Dalam aksinya, pelaku sempat terekam kamera CCTV yang terpasang di sekitaran masjid.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pencurian itu pertama kali diketahui pada Kamis malam oleh jamaah masjid usai melaksanakan Shalad Tarawih. Waktu itu ia berniat menyisihkan uangnya untuk dimasukkan kotak infaq, hanya saja kotak infaq yang berada di dekat pintu tidak ada. Total ada dua kotak infaq yang hilang.

Mendapati hal itu, jamaah lantas memberitahukan kepada salah seorang pengurus masjid, Nur Salim (55). Saat diperiksa bersama jamaah lainnya, ternyata dua kotak infaq hilang. Mereka kemudian bergegas memeriksa ruang pemantau kamera CCTV yang terpasang. “Kami cek dan ternyata benar ada seorang pria yang masuk ke dalam masjid. Ia masuk melawati jendela dan mengambil kotak infaq, setelah itu dibawa keluar melalui pintu samping. Kejadiannya sekitar pukul 03.00 WIB,” kata dia saat ditemui wartawan, Jumat (24/05) siang.

Karena terlihat adanya aksi pencurian, sejumlah warga akhirnya berinisiatif untuk berkeliling di sekitaran masjid. Ternyata mereka menemukan dua kotak infaq masjid yang hilang akibat dicuri, kedua kotak itu tergeletak di sawah tak jauh dari masjid dalam kondisi sudah rusak. Sementara uang yang ada di dalam sudah raib. “Totalnya sih ada Rp 1 juta. Karena itu kan hasil dari Shalad Tarawih sebelumnya belum diambil, tapi sudah hilang duluan,” imbuhnya.

Kedua kotak infaq itu kemudian dibawa ke masjid sebagai barang bukti. Pihak takmir masjid lantas memutuskan untuk melapor kepada polisi lantaran kasus serupa sudah terjadi sebanyak tiga kali dalam kurang waktu kurang dari lima tahun. “Dulu juga pernah ada kasus pencurian di masjid sini, tapi ternyata ini masih terjadi lagi. Oleh sebab itu kita melaporkan kepada polisi, apalagi juga ada barang bukti rekaman video CCTV,” kata dia.

Dilihat dari rekaman CCTV, ciri-ciri pelaku yakni berperawakan sedang. Ia memakai jaket warna hitam bercorak biru dan mengenakan celana panjang jeans warna biru. Pelaku diduga sudah hafal kondisi masjid, sebab saban malam hari masjid selalu dalam keadaan terkunci. Termasuk gerbang utama juga terkunci.

“Semoga pelaku bisa segera ditemukan, karena ini sudah banyak terjadi kasus pencurian di bulan puasa. Apalagi di masjid sini sudah tiga kali ini terjadi pencurian, sehingga akann lebih diperketat lagi kedepannya,” pungkasnya. (aya)