Makanan Berbahaya Marak Beredar di Pasar Induk Klaten

KLATEN – Petugas gabungan dari berbagai instansi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menggelar razia di Pasar Induk Klaten, Jumat (24/05). Dalam razia kali ini, petugas gabungan menemukan banyak pedagang yang masih ngeyel menjual berbagai jenis dagangan yang tidak layak konsumsi.

Koordinator petugas gabungan, Mursidi mengatakan razia merupakan kegiatan rutin menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sasarannya adalah memastikan agar dagangan yang beredar di pasar bebas dari formalin, borak, pewarna kimia, dan kadaluarsa. “Ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya, untuk hari ini kita fokus di kota. Karena memang pasar yang cukup besar ya disini,” kata dia usai menggelar razia, Jumat pagi.

Adapun hasil dari razia kali ini, lanjut Mursidi, cukup mengejutkan. Sebab, pasar tradisional terbesar di kabupaten bersinar ini justru masih banyak ditemui dagangan berbahaya. Beberapa hasil diantaranya adalah cacing hati sapi, daging ayam suntikan, biskuit kadaluarsa, makanan mengandung formalin dan mie instan kadaluarsa.

Bahkan dalam razia kali ini petugas juga menemukan satu kios yang menjual kebutuhan rumah tangga dalam kondisi tak layak konsumsi. Banyak kemasan yang berlubang akibat dimakan tikus. “Sangat kotor. Penataannya pun juga tidak baik, kopi sachet diletakkan dengan obat nyamuk dan obat lainnya. Ada yang sudah kadaluarsa sejak 2018 juga. Tapi saat kita cari pedagangnya katanya lagi keluar, jadi kita tidak bisa membuat keputusan,” imbuhnya.

Terkait hal itu, lanjut Mursidi, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan lurah pasar setempat. Nantinya, lurah pasar diminta segera mendatangi kios tersebut dan memberi surat keterangan maupun pernyataan. Sementara untuk kelanjutannya akan dibahas lebih lanjut, sembari menunggu pemilik kios kembali.

“Kita data dulu, kita ingin tahu itu (dagangan) dari mana. Kalau kebanyakan mereka mengaku dapat dari sales dan kondisinya sudah seperti itu. jadi butuh pembinaan terhadap pedagang ini agar mereka juga paham,” kata dia.

Sementara itu, Warsi (48) salah satu pedagang daging sapi di Pasar Induk Klaten yang kedapatan terdapat cacing hati mengaku tidak tahu menahu dengan kondisi itu. Sebab, menurutnya kondisi daging yang ia jual sudah bagus dan layak konsumsi karena diambil secara langsung dan baru saja disembelih. “Saya kira masih bagus, ternyata ada cacingnya. Karena jika dilihat dengan mata juga tidak terliihat jelas,” singkatnya. (aya)