Lapak PKL Bandel disita Satpol PP

Ilustrasi bongkar lapak. (Foto : doc. Meteor Klaten)

Klowor_lapak-pkl-di-razia upKLATEN – Tetap membandel meski telah berkali-kali diberi peringatan, Satpol PP Klaten akhirnya melakukan penyitaan terhadap beberapa lapak pedagang kaki lima (PKL) yang nekat berjualan di tempat dan waktu yang dilarang.

“Surat himbauan dan peringatan sudah kami layagkan sejak seminggu yang lalu, namun ternyata para pedagang kaki lima itu tetap nekat berjualan,” kata Kepala Satpol PP Klaten, Slamet Widodo, Kamis(17/9).

Maka dari itu, imbuh Slamet, pihaknya lantas melakukan tindakan tegas. Yakni, melakukan penyitaan terhadap gerobag dan lapak yang digunakan oleh PKL berjualan.

“Penertiban kali ini dilakukan di sepanjang Jl Pramuka dan Jl Bhayangkara,” tambah Slamet.

Menurut aturan, lanjut Slamet, PKL hanya diperbolehkan membuka lapaknya dari pukul 15.00 sampai 06.00 wib. Setelah itu, pada pukul 06.00-15.00 wib semua tenda dan lapak harus sudah bersih dari lokasi.

“Penertiban yang kami lakukan ini telah sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No.4/1993 tentang Kebersihan, Ketertiban dan Keindahan (K3),”  tegas Slamet.

Selain melakukan penindakan berupa penyitaan, Satpol PP Klaten juga memindahkan seorang penjual bunga tabur yang ada di simpang lima Plaza Matahari ke lantai III Pasar Induk Klaten. Pemindahan ini dilakukan karena penjual nekat berdagang tidak sesuai dengan waktu yang diperbolehkan seperti  yang tertuang dalam Perda.

“Namun demikian, kami masih memberikan kelonggaran kepada PKL untuk mengambil gerobag dan lapaknya ke kantor. Hanya saja, untuk mengambilnya, pedagang harus membuat surat pernyataan terlebih dahulu,” pungkas Slamet.