Lahir 3 Jam Sebelum Dibuang, Penemuan Bayi Perempuan Gegerkan Warga Klaten

KLATEN — Warga Kecamatan Gantiwarno digegerkan dengan penemuan bayi berjenis perempuan di pinggir jalan poros desa menghubungkan Mlese- Baturan, tepatnya di Dukuh Cetok, Desa Baturan. Bayi tersebut kemudian dibawa ke Puskesmas Alba-Niza Gantiwarno untuk menjalani perawatan.

Sri Rahayu (40) warga Dukuh Candi, Desa Mlese, Gantiwarno, mengatakan dirinya pertama kali melihat bungkusan tas plastik hitam bergerak- bergerak di pinggir jalan Cetok saat olahraga pagi sekitar pukul 06.45 WIB. Lantaran merasa takut dikira binatang, dia meminta rekannya Wagini (45) warga Dukuh Candi, Desa Rejoso, Kecamatan Jogonalan, untuk mengeceknya.

“Lokasi penemuannya di pinggir jalan sawah. Di sebelah kiri ditanami jagung, sisi kanan untuk pembuatan batako. Tidak ada suara tangisan bayi. Namun begitu didekati dan tas plastiknya dibuka teman saya malah dikira boneka. Tetapi kok ada nafasnya,” ujarnya saat ditemui di Puskesmas Alba-Niza Gantiwarno, Selasa (31/10).

Saat ditemukan, lanjut Rahayu, bayi perempuan ini tanpa mengenakan sehelai kain selimut maupun baju. Pelaku atau orangtua pembuang bayi hanya menaruhnya ke dalam tas plastik hitam begitu saja. Khawatir terjadi sesuatu hal tidak diinginkan, dia pun membawa pulang bayi itu ke rumahnya untuk dimandikan.

“Astaga, sungguh sangat tidak manusiawi. Hanya dibuang begitu saja dan masih meninggalkan sedikit noda darah. Setelah dimandikan bersih, dari kepolisian meminta kami untuk mengantarnya ke Puskesmas Alba-Niza. Kalau tidak ada orangtua yang mengakuinya, saya siap mengadopsinya,” ucapnya.

Kapolsek Gantiwarno AKP Kanang Asiyanto menambahkan, kondisi bayi dalam keadaan sehat dengan tinggi 50 cm dan berat badan 30 kg. Bahkan menurut keterangan tim medis Puskesmas Alba-Niza, tangisan bayi juga masih kuat. Direncanakan bayi perempuan ini akan diserahkan ke Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dissos P3AKB) Klaten.

“Kata perwat, kondisinya sehat dan tangisannya juga kuat. Diperkirakan umur bayi satu hari atau lahir tiga jam sebelum ditemukan saksi mata. Saat ini kami menginstruksikan Bhabinkamtibmas melakukan penyelidikan ke wilayah-wilayah untuk menemukan siapa pelakunya. Termasuk mengecek ke bidan desa untuk mencari informasi apakah ada warganya yang hamil tua dan baru melahirkan,” pungkasnya.