Imbas Rujukan BPJS Berjenjang, RS Tipe D di Klaten Kebanjiran Pasien

KLATEN – Imbas penerapan kebijakan baru BPJS Kesehatan tentang rujukan berjenjang membuat rumah sakit tipe D di Kabupaten Klaten kebanjiran pasien. Salah satunya seperti dialami Rumah Sakit Cakra Husada (RSCH) Klaten yang mendapat limpahan pasien BPJS dari rumah sakit tipe A dan B.

“Sudah sebulan ini pasien BPJS diarahkan ke RS tipe D. Sebelum ada peraturan mengenai rujukan berjenjang, rata-rata pasien di RSCH Klaten setiap harinya sekitar 200 orang. Tetapi sekarang, setiap hari naik 600 orang mulai dari pelayanan pasien rawat jalan maupun rawat inap,” kata Direktur RSCH Klaten, Netty Herawati, Jumat (2/11).

Guna mengurai antren, pihaknya menerapkan pengambilan nomor antrian pendaftaran pasien layanan poli spesialis bisa dilakukan lebih awal. Rinciannya, poli spesialis pagi dibuka mulai pukul 04.00 WIB, poli spesialis siang pukul 09.00 WIB, dan poli spesialis malam mulai pukul 12.00 WIB.

“Kami berupaya meningkatkan pelayanan kepada pasien seperti menyediaan fasilitas ruang tunggu yang representatif, mencari terobosan untuk mengurai antrian pasien, hingga menambah SDM. Bahkan saat awal-awal rujukan berjenjang kami sempat memasang tenda di halaman RS,” beber Netty, sekaligus dokter spesialis kandungan ini.

Banjir pasien serupa juga dialami dua poli spesialis di Rumah Sakit Daerah (RSD) Bagas Waras Klaten. Guna mengurai antrian pendaftaran pasien dilakukan terobosan pendaftaran secara online. Pasien cukup mendaftar melalui aplikasi Whatsaap (WA) untuk mengetahui berbagai layanan poliklinik.

“Sebenarnya kenaikan sekitar 50 pasien hanya di spesialis saraf dan penyakit dalam. Kebetulan untuk dokter penyakit dalam saat ini sedang melanjutkan sekolah. Maka terobosan pendaftaran via WA ini diharapkan para pasien yang akan mendaftar untuk kontrol lagi tidak perlu antre ke rumah sakit lagi,” ujar Direktur RSD Bagas Waras Klaten, Limawan Budiwibowo