Guguran Lava Merapi, Warga KRB III Klaten Masih Beraktivitas Normal

KLATEN – Aktivitas warga di kawasan rawan bencana (KRB) III Kecamatan Kemalang, Klaten tidak terpengaruh munculnya guguran lava pijar Gunung Merapi yang mengarah ke Kali Gendol, Sleman pada Jumat malam (23/11) lalu. Namun begitu, pemerintah desa tetap meningkatkan kewaspadaan sebagai antisipasi.

“Saat ada luncuran lava pijar malah sebagian besar warga tidak mengetahuinya. Masyarakat tetap tenang dan beraktivitas seperti biasanya,” kata Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Jainu, Senin (26/11).

Pihaknya baru mengetahui adanya lava pijar berdasarkan siaran pers dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta. Disebutkan, pada 23 November 2018 malam terjadi guguran lava sebanyak empat kali yang mengarah ke bukaan kawah, yakni hulu Kali Gendol.

“Kalau untuk penjagaan ronda malam masih sekadar duduk-duduk di teras rumah. Artinya, aktivitas warga masih tetap normal dan tidak ada peningkatan status Gunung Merapi. Namun, kami tetap menekankan agar selalu meningkatan kewaspadaan,” imbuh Jainu.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)Klaten, Dodi Hermanu. Pihaknya selalu memantau dan mengacu perkembangan Gunung Merapi sesuai hasil pengamatan BPPTKG. Saat ini diketahui statusnya masih berada pada level II atau waspada.

“Memang pada Jumat malam kemarin ada guguran lava. Tetapi dari hasil pengamatan BPPTKG tidak signifikan. Bahkan masyarakat masih beraktivitas normal. Perkembangan Merapi masih wajar, yakni level waspada. Termasuk jalur pendakian melalui base camp Sapuangin masih ditutup,” ujarnya.

Disisi lain, lanjut Dodi, pihaknya terus melakukan pematangan koordinasi jika terjadi erupsi Merapi. Salah satunya dengan menggelar latihan gabungan bersama relawan, TNI, Polri hingga organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di shelter pengungsian Desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan, Selasa (27/11) atau hari ini.