Genjot Wisatawan ke Candi Plaosan, Pemdes Bugisan Siapkan Joglo Pementasan Kesenian

KLATEN – Pemerintah Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, menyiapkan paket wisata terpadu berbasis seni budaya. Pasalnya, desa yang memiliki ikon candi kembar bernama Candi Plaosan ini selalu dibanjiri ribuan wisatawan setiap libur akhir pekan.

“Sekarang sudah banyak bus pariwisata yang langsung menuju ke Candi Plaosan. Karena tiket masuknya lebih murah ketimbang ke Candi Prambanan. Tentunya ini menjadi peluang kita menawarkan kepada turis untuk menyaksikan berbagai pertunjukan kesenian yang kita miliki,” jelas Kepala Desa (Kades) Bugisan, Heru Nugroho, Jumat (30/11).

Menurut Heru, konsep paket wisata terpadu tidak hanya mengajak wisatawan untuk melihat Candi Plaosan saja. Tetapi juga menawarkan wisatawan untuk menyaksikan berbagai pertunjukan kesenian tradisional. Guna mendukung konsep itu, pihaknya akan membangun sebuah joglo sebagai pusat pementasan.

Pendirian joglo itu berada di tanah kas desa dengan luas mencapai 2.000 meter persegi. Namun lokasinya tidak berada di sekitar Candi Plaosan, melainkan di ruas jalan utama desa Bugisan. Adapun total anggaran yang disiapkan berasal dari Dana Desa (DD) dan bantuan Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogja.

“Rencana kita pada 2019 nanti mengoptimalkan potensi yang ada, termasuk membuat joglo terlebih dahulu. Karena di Bugisan ini sudah ada dua kelompok kesenian jathilan. Sedangkan dana pembangunan joglo pementasan dari DD sebesar Rp 40 juta dan UGM Rp 100 juta. Karena, Bugisan ini desa wisata binaan UGM,” ujar Heru.

Pihaknya berharap, penawaran paket wisata menyaksikan pertunjukan kesenian itu bisa mendongkrak pendapatan asli desa (PAD) Bugisan. Sehingga tidak hanya mengandalkan dari tiket masuk ke Candi Plaosan. Sebab, selama ini pemerintah desa mendapatkan pemasukan sebesar 20 persen dari tiket masuk sebesar Rp 3.000.

“Kami memilih mendirikan joglo dahulu sambil menunggu kelanjutan pendirian balai budaya yang pernah kita rencanakan dengan pihak ketiga. Kalau sudah jadi, nanti pementasan di joglo bisa menampung hingga 250 orang wisatawan,” pungkas Heru.