Gabungan Elemen Masyarakat Klaten Gelar Doa Bersama

KLATEN – Berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Klaten menggelar doa bersama dan ritual budaya berupa kirab di depan Kantor KPU Klaten pada, Rabu (22/05) malam. Aksi tersebut dilakukan sebagai ungkapan doa khusus bagi bangsa Indonesia.

Sedikitnya ada seratusan orang dari berbagai elemen masyarakat dan lintas agama mengikuti acara yang terlihat santai tersebut. Aksi diawali dengan kirab budaya berisikan lambang garuda, KPU, dan Bawaslu. Serta dibelakangnga disusul kirab gunungan nasi tumpeng dan ayam ingkung. Adapun rute kirab yakni berkeliling didepan Kantor KPU Klaten.

Setelah melakukan kirab selama kurang lebih 30 menit, mereka kemudian menuju pelataran seberang kantor KPU. Dengan beralaskan tikar, mereka lantas membawa beragam peralatan kirab menuju pelataran yang dilanjutkan doa bersama. Kemudian nasi beserta ayam ingkung pun disantap bersama dengan diiringi musikalitas bernuansa lagu kebangsaan.

“Ini sebagai wujud refleksi kita saja. KPU sudah mengumumkan hasil rekapitulasi, maka kita harus menerima apapun hasilnya dengan lapang dada,” ujar koordinator aksi kepada wartawan, Marzuki, Rabu malam.

lebih lanjut disampaikan, kirab dan doa bersama itu bukan merupakan aksi tandingan terhadap adanya gerakan dari kelompok yang belum menerima hasil KPU. Melainkan murni untuk mengajak masyarakat agar tetap damai dalam balutan Bhinneka Tunggal Ika, yang berarti meski beda tapi tetap bersatu.

“Kemarin pemilu kita dalam kondisi perbedaan. Tapi ketika pemilu sudah usai mari kita kembali kepada Bhinneka Tunggal Ika, karena Indonesia itu memang berbeda-beda tapi hal itu tidak menjadikan kita bersebrangan terus,” urai dia.

Pada kesempatan itu, mereka juga meluangkan waktu dan mengheningkan cipta sejenak guna mendoakan pejuang demokrasi yang meninggal dunia dalam bertugas selama proses pemilu lalu. Tentunya, lanjut Marzuki, butuh evaluasi pada gelaran mendatang.

“Jadi kita juga mendoakan agar semua tetap aman dan damai. Serta pejuang demokrasi yang gugur diberi kebaikan, dan ini yang perlu kita kenang kita doakan terus,” pungkasnya.

Salah satu peserta, Agung mengaku kegiatan seperti ini perlu dilakukan agar masyarakat tidak merasa resah. Terlebih lagi melalui kegiatan ini mereka juga bermaksud mengajak masyarakat agar lebih cinta terhadap NKRI. “Rakyat tidak perlu ditakuti, jangan diprovokasi. Yang penting kita berdoa saja agar negara diberi perlindungan, semua bisa rukun,” jelasnya. (aya).