Diduga Selewengkan Dana, Kades Ponggok Dilaporkan Polisi

KLATEN – Polres Klaten telah memeriksa dugaan kasus penyimpangan dana BUMDes di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo yang melibatkan Kepala Desa (Kades) setempat, Junaedi Mulyono. Hingga kini, polisi telah memanggil empat saksi.

Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Dicky Hermansyah mengatakan kasus tersebut sebetulnya awalnya dilaporkan oleh masyarakat ke Polda Jawa Tengah (Jateng), namun lantaran untuk efisiensi waktu kemudian dilimpahkan ke Polres Klaten tertanggal 14 Mei.

Dari hasil laporan yang diterima, kasus tersebut berkaitan dengan adanya dugaan penyelewengan dana BUMDes Tirta Mandiri Desa Ponggok. “Dana itu untuk membeli sebidang tanah, nah seharusnya tanah itu diatasnamakan BUMDes tapi ini dilaporkan atas nama milik pribadi,” kata dia, Selasa (18/06).

Meski belum bisa menjelaskan secara rinci, namun ia mengaku telah memeriksa empat saksi untuk diklarifikasi, salah satunya adalah Direktur BUMDes Tirta Mandiri Desa Ponggok. “Kami belum bisa menerapkan pasal-nya. Tapi ya itu tadi, ini masih sebatas pemeriksaan. Kami baru klarifikasi terhadap beberapa saksi yang merupakan pegawai BUMDes,” urai dia.

Disinggung mengenai nominal dugaan penyelewengan tersebut, Dicky mengaku kurang lebih Rp 2 miliar. “Tapi kita masih menelusuri lagi, ada tindak pidananya atau tidak. Maka kita akan menelusuri dana tersebut. Dana yang digunakan itu milik desa yang berasal dari PAD atau dari donatur yang lain,” imbuhnya.

Sementara itu, Kades Ponggok Junaedi Mulyono saat memberikan keterangan kepada awak media mengaku siap untuk memberikan keterengan kepada penyidik Polres Klaten. Dirinya menduga kasus ini dimuculkan karena dampak dari Pilkades di Desa Ponggok pada Maret 2019 lalu.

“Silahkan masyarakat berasumsi, namun kita sudah siap untuk memberikan klarifikasi. Yang jelas disini semua ada berita acaranya, akan kita sampaikan kepada penyidik,” jelasnya. (aya).