Berstatus Tanggap Darurat Banjir, Dua Bendungan Kali Dengkeng Dipasang CCTV

KLATEN – Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mulai mewaspadai ancaman bencana banjir dan tanah longsor. Bahkan status tanggap darurat bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung telah ditetapkan Bupati Klaten untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Bupati telah menunjuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menjadi koordinator dalam rangka status tanggap darurat penanggulangan kesiapsiagaan bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung. Kita juga sudah cek peralatan kebencanaan dan menyiapkan pos siaga,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten Sri Yuwana Haris Yuliyanto, Senin (12/11).

Menurut Haris, aliran Kali Dengkeng menjadi momok bagi masyarakat Klaten setiap terjadi hujan ekstrem intensitas tinggi dan berlangsung lama. Pasalnya, sungai yang berhulu di lereng tenggara Merapi ini membelah Kecamatan Jogonalan, Gondang, Wedi, Bayat, Cawas, Karangdowo, hingga Juwiring di perbatasan Kabupaten Sukoharjo, sebelum akhirnya bermuara ke Bengawan Solo.

Mengingat ancaman tersebut, BPBD telah memasang dua unit kamera closed circuit television ( CCTV) di Bendungan Kali Talang, Kecamatan Cawas dan Bendungan Kragilan, Kecamatan Gantiwarno. Selain itu, sebanyak 6.350 karung goni dan 250 beronjong telah dipersiapkan menghadapi musim hujan.

“Dalam APBD Perubahan kita siapkan dua unit kamera CCTV untuk dipasang di Bendungan Talang dan Kragilan yang merupakan kawasan rawan banjir. Sehingga memudahkan kita untuk memantau debit air Kali Dengkeng jika bertambah dan meluap menjadi banjir,” jelas Haris.

Disisi lain, Pemkab Klaten tahun ini juga telah menyiapkan dana siap pakai (DSP) untuk penanggulangan bencana sebesar Rp 500 juta. Alokasi DSP tersebut untuk mengantisipasi peningkatan status Gunung Merapi jika naik level menjadi siaga, darurat kekeringan berupa dropping air, hingga antisipasi banjir di musim penghujan.