Angka Kematian Ibu Bayi di Klaten Tembus 11 Kasus

KLATEN – Angka kematian ibu saat melahirkan menjadi salah satu perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten. Pasalnya, angka kematian ibu di Klaten sepanjang tahun 2017 mencapai 18 kasus saat proses persalinan berlangsung.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Cahyono Widodo mengatakan, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan seorang ibu meninggal dunia saat melahirkan. Salah satunya karena saat persalinan tersebut mengalami perdarahan hebat sehingga perlu menjadi perhatian bersama.

“Hamil bukanlah penyakit, melainkan kondisi normal sehingga dibutuhkan persiapan matang agar proses persalinannya berjalan baik. Termasuk kondisi ibu dan sang bayi dinyatakan sehat sehingga tidak ada permasalahan berarti yang menyebabkan meninggal dunia,” kata Cahyono, Jumat (23/11).

Angka kematian ibu hamil maupun saat melahirkan pada tahun ini cenderung menurun. Sejak awal tahun hingga Oktober terdapat 11 kasus ibu yang meninggal dunia. Maka dari itu, Dinkes mewanti-wanti kepada ibu hamil sejak dini untuk mempersiapkan sebelum tibanya persalinan.

“Kan membutuhkan persiapan bagaimana merencanakan kelahiran itu, mau di mana melahirkannya. Maka selama proses kehamilan berlangsung sebaiknya rutin melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui perkembangan kesehatan ibu dan bayi. Pastikan janin yang ada dalam perut dapat berkembang dengan baik,” jelas Cahyono.

Sementara, Kepala Desa (Kades) Pandes, Heru Purnomo mengaku di desanya memiliki perhatian pada perkembangan ibu dan anak. Desa berada di wilayah Kecamatan Wedi ini memiliki penyediaan makanan bergizi lewat baby cafe hingga omah balita. Selain itu, memberikan pendampingan kepada ibu saat hamil, IMD (Inisiasi Menyusui Dini), hingga ASI Eksklusif.

“Karena perkembangan kesehatan bagi ibu hamil yang diperhatikan tidak hanya saat masa kehamilan saja. Namun juga pasca melahirkan, terutama terkait asupan gizi bayi. Jadi, para kader omah balita akan membidik warga yang memiliki balita gizi kurang atau sudah mengarah ke gizi buruk,” pungkasnya.