Alat Pencetak Terbatas, Disdukcapil Klaten Minta Pemohon KIA Tidak Tergesa-gesa

KLATEN – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Klaten menerapkan pembatasan dalam pencetakan kartu identitas anak (KIA). Pihaknya juga membantah bahwa KIA menjadi salah satu syarat untuk mendaftar sekolah pada tahun ajaran baru nanti.

“Tidak benar kalau anak-anak yang mau mendaftar sekolah itu wajib memiliki KIA. Informasi yang beredar di media sosial itu bukan kebijakan dari Klaten. Kami juga sudah komunikasi dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Klaten,” ujar Kepala Disdukcapil Klaten, Widya Sutrisna, Kamis (29/11).

Widya menjelaskan, KIA untuk saat ini masih sebatas mencatat dokumentasi kependudukan bagi anak-anak yang belum waktunya memiliki e-KTP. Meski jangka panjang akan diwajibkan, namun tidak semudah membalikkan tangan diterapkan sekarang. Ia mengimbau masyarakat tidak perlu panik.

“Di tingkat pendidikan SD kita memprioritaskan untuk kelas VI dan kelas IX untuk SMP. Itu Tujuannya ketika sudah lulus nanti bisa memiliki KIA secara bertahap. Sedangkan untuk umum jika setiap ada anak yang baru lahir dan memohon untuk membuat akte kelahiran akan langsung kita buatkan KIA. Tetapi jangan tergesa-gesa, karena blangko juga terbatas,” jelasnya.

Kabid Pendaftaran Kependudukan Disdukcapil Klaten, Sri Hartanto menerangkan, pihaknya baru memiliki dua mesin pencetak KIA beserta dua petugas. Sedangkan jumlah pemohon mencapai 300 orang setiap harinya. Sehingga pihaknya memprioritaskan 200 keping KIA bagi pemohon akta kelahiran baru.

”Otomatis pemohon akta kelahiran baru langsung hari itu juga langsung mendapatkan nomor induk kependudukan (NIK), kartu keluarga (KK), akte dan KIA. Tetapi hanya kita cetakkan khusus 200 keping KIA. Karena keterbasan, setiap harinya kita hanya bisa mencetakkan 350 keping saja,” terangnya.

Sebagai informasi, ada sejumlah persyaratan dalam pembuatan KIA. Meliputi, fotokopi KK dan akta, serta foto ukuran 3 4 bagi mereka yang berusia lima tahun. Foto yang disertakan boleh berwarna maupun hitam putih. Sedangkan di bawah lima tahun tidak diwajibkan menyertakan foto.